7 Cara Sehat Dan Bugar Saat Beribadah Haji Di Tanah Suci

RIAISY BIT | Menjaga kesehatan dan kebugaran agar badan tetap fit saat pelaksanaan ibadah haji merupakan keharusan bagi setiap Tamu Allah. Disamping karena cuaca yang sangat ekstrim / panas di tanah suci juga pelaksanaan ibadah haji membutuhkan tenaga untuk pelaksanaan rukun haji, terutama bagi para jamaah yang sudah lanjut usia. Suhu udara yang bisa mencapai 40 derajat celcius apalagi disaat puncak pelaksanaan haji Wukuf di Padang Arafah bisa menyebabkan dehidrasi karena kepanasan.
Pada artikel kali ini Riaisy akan berbagi tips cara menjaga kesehatan agar tetap bugar dan fit selama pelaksanaan haji. silahkan disimak :


  1. Jangan memaksakan diri. Kendalikan aktivitas, jangan sampai kelebihan aktivitas. Biasanya jemaah haji yang datang, terlalu bersemangat untuk ibadah. Melakukan berbagai kegiatan yang disunnahkan, seperti shalat arbain, tadarusan dan itikaf di masjid Nabawi maupun Al-Haram, sehingga lupa menjaga kesehatan mereka. Padahal, yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap fit sampai puncak haji di Arafah.
  2. Bawalah bekal air mineral selama perjalanan. Apalagi perjalanan selama 10 jam antara Mekkah dan Madinah pasti akan membutuhkan energi lebih. Air yang aman dikonsumsi selain air yang Anda bawa sendiri adalah air Zam Zam yang bisa langsung diminum meski mentah karena kandungan flouride nya yang tinggi dan mampu membunuh kuman.  Air zam-zam memiliki khasiat untuk menekan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit. Oleh karena itu jemaah haji harus meminum air paling sedikit dua liter per hari atau bahkan lebih di tengah suhu yang sangat panas di Mekah maupun Madinah.Tanda-tanda orang terkena dehidrasi antara lain disorientasi dan susah fokus, dan dalam tingkat tertentu akan tampak seperti orang kena gangguan jiwa. Kebanyakan karena dehidrasi,jemaah sering tersesat dan nyasar ketika pulang ibadah.
  3.  Dalam hal mengkonsumsi asupan makanan, sebaiknya langsung memakan jatah makanan yang masih hangat dan segar. Jangan sisihkan atau sisakan makanan untuk dimakan lagi atau disimpan terlalu lama. Banyak jemaah haji yang tak ingin repot makan saat dibagi jatah makanan dan menyimpannya untuk dimakan di hotel atau tempat istirahat. Lebih baik sedikit repot daripada makanan menjadi basi karena terlalu lama disimpan dan kitapun kurang energi. Perhatikan juga kebersihan makanan dan minuman selama di tanah suci. Selama di sana, ada banyak makanan yang tidak familiar dengan kita. Selain kebersihan, perhatikan jugaa jenis-jenis makanan yang bisa menyebabkan alergi. Hindari makanan yang Anda anggap asing bagi tubuh Anda. Lebih baik mengkonsumsi kurma untuk menambah asupan karbohidrat untuk menambah tenaga.
  4.  Gunakan masker untuk penutup hidung dan mulut agar debu yang beterbangan tidak Anda hirup maupun masuk ke mata ketika berada di keramaian dan wilayah gurun. Selain itu juga untuk menjaga dan meminimalisir berbagai virus dan penyakit yang kemungkinan terbawa oleh jemaah haji dari seluruh dunia.
  5. Bawalah sabun pribadi di dalam tas kemanapun Anda pergi untuk memudahkan kita mencuci tangan sebelum makan dan mencuci muka untuk menjaga kelembaban kulit wajah.Bagi jamaah yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya sedikan krim anti nyamuk dan anti jamur untuk melindungi kulit dari gigitan serangga dan menjaga kelembaban kulit.
  6.  Perhatikan penyakit yang telah dialami sebelum berangkat ke tanah suci. Periksakan diri dan kondisi terakhir sebelum berangkat, konsultasikan juga pada dokter Anda agar dokter bisa memberi saran untuk menghindarkan terjadinya kemungkinan komplikasi atau penyakit kambuh.Beritahukan juga kondisi anda pada kepala kelompok agar dapat waspada dengan berbagai kemungkinan.Usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Terutama bagi yang memiliki penyakit diabetes agar dapat mengatur pola makan tapi juga tidak perlu berhenti makan karena gula dara naik.
  7. Sering seringlah berolahraga ringan sebelum berangkat haji dan beristirahatlah yang cukup . Jangan sampai terlalu kelelahan karena rata-rata denyut nadi maksimal seseorang 200 per menit dikurangi usia masing-masing. Denyut nadi maksimal tersebut hanya bisa dicapai biasanya oleh orang yang terlatih kebugarannya seperti atlet dan tentara. Karena itu, jemaah yang sering berlolah raga berfungsi untuk menjaga daya tahannya terhadap kelelahan. 
BACA JUGA :  Cara Diet Sehat Melalui Puasa Ramadhan

BACA JUGA

0 Response to "7 Cara Sehat Dan Bugar Saat Beribadah Haji Di Tanah Suci"

Posting Komentar

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus